Yang dimaksud membuat ragam hias pada bahan buatan adalah

Membuat ragam hias pada bahan buatan adalah suatu aktivitas … dalam wujud gambar hiasan yang diterapkan pada bahan buatan. A. Berimajinasi B. Berapresiasi C. Berkreasi D. Berpikir

Jawaban yang benar diberikan: renysaveni3084

jawaban:

a.berimajinasi

Penjelasan:

semoga membantu

#ayobelajar

Jawaban yang benar diberikan: Friesya2327

jawabannya:

A. Berimajinasi

Srry klo salah yaps

Jawaban yang benar diberikan: Auliyadianah

jawaban :

c. berkreasi

semoga membantu”)

Jawaban yang benar diberikan: alyn4022

jawaban:

1. c.berkreasi

2. d.logam

3. b.manusia

4. b/d

5. c.katun

6. d.aluminium

7. d.keramik

8. b.tekstil

9. c.kunyit

10. d.

Jawaban yang benar diberikan: destiani381

jawaban:

1.C

2.D

3.A

4.B

5.A

6.A

7.B

8C

9D

10C

11D

12B

13A

14D

15B

itu doang maaf kalo salah

Jawaban yang benar diberikan: DebiTsani7046

jawaban:

jawabannya

Berkreasi

Jawaban yang benar diberikan: fpuspita27

jawabannya yaitu berkreasi

maaf kalau salah

Ilustrasi ragam hias. [Photo by Camille Bismonte on Unsplash]

Bola.com, Jakarta - Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya seni atau kerajinan. Pola dalam ragam hias biasanya sering digunakan sebagai acuan dalam pembuatan rancangan hiasan.

Penggunaan pola ragam hias bertujuan mengisi kekosongan bahan. Hal itu bermaksud untuk memperindah dan menambah nilai estetika suatu benda atau produk.

Secara umum, teknik dalam menggambar ragam hias ada dua jenis sesuai motif yang akan dibuat, yaitu teknik mistar dan manual. Teknik penerapan ragam hias bisa diterapkan pada bahan buatan.

Teknik menggambar ragam hias pada bahan buatan ada beberapa jenis, tergantung dari bahan dan alat yang digunakan.

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam teknik menggambar ragam hias pada bahan buatan, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Kamis [4/11/2021].

Berita Video, Melihat Training Camp EVOS ITS yang Merupakan Markas Baru dari EVOS Esports

Teknik tenun merupakan teknik pembuatan ragam hias pada bahan buatan tekstil dengan menggabungkan benang berwarna secara melintang, memanjang atau bersilang.

Benang tersebut kemudian ditenun sesuai pola ragam hias dengan menggunakan alat tenun manual atau mesin. Di Indonesia, ragam hias yang terkenal dengan menggunaan teknik tenun berada di daerah Sumatra dan Kalimantan.

Sulam merupakan satu di antara teknik yang digunakan untuk membuat ragam hias pada bahan buatan tekstil. Teknik sulam ini menggunakan alat berupa jarum dan benang yang berwarna.

Setelah itu benang disulamkan pada kain yang sudah ada gambar pola ragam hias. Cara menyulam pada bahan buatan tekstil dapat dilakukan dengan tusuk jelujur, tusuk silang, atau dengan mengombinasikan tusuk keduanya.

Teknik bordir pada dasarnya sama dengan teknik sulam. Adapun yang membedakannya adalah teknik bordir menggunakan mesin jahit dan sekarang bisa dilakukan dengan menggunakan komputer.

Sementara, teknik sulam dilakukan dengan cara manual menggunakan benang dan jarum.

Teknik cetak dalam membuat ragam hias dapat diterapkan untuk bahan buatan tekstil, kaca, logam, kayu, keramik, dan plastik. Teknik cetak yang biasa dilakukan dalam pembuatan ragam hias pada bahan buatan yaitu teknik cetak saring atau biasa disebut sablon.

Cetak saring ini menggunakan screen printing yang sudah ada gambar motifnya. Cara melakukannya dengan cara menuangkan cat ke screen, selanjutnya tinggal mencetaknya di atas bahan buatan.

Cara yang lebih mudah ialah dengan menggunakan karton yang sudah dilubangi sesuai motif, tempelkan pada bahan buatan, dan berikan warna dengan cara menutup lubang tersebut memakai cat warna.

Untuk membuat ragam hias dengan teknik lukis bisa dilakukan pada bahan buatan tekstil, kayu, kaca, logam, plastik, dan keramik. Teknik lukis ini mudah dilakukan dan sederhana, yaitu dengan langsung menggambarkan motif ragam hias ke bahan buatan.

Alat yang digunakan adalah kuas, palet, dan cat warna.

Pembuatan ragam hias dengan teknik batik hanya dapat dilakukan pada bahan buatan tekstil. Teknik batik dikatakan juga sebagai teknik tutup celup.

Adapun yang dimaksud teknik tutup celup adalah proses pembuatannya dengan cara menutup permukaan kain sesuai gambar menggunakan lilin malam dengan bantuan alat canting.

Kemudian dicelupkan pada pewarna tekstil sampai kain terendam, selanjutnya adalah proses pelepasan lilin sampai bersih sehingga akan terbentuk motif yang dikehendaki.

Sumber: Kemdikbud

Seni Budaya | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan pengertian bahan buatan, bahan, alat, dan teknik ragam hias, serta prosedur menggambar ragam hias dalam mata pelajaran seni budaya kelas tujuh revisi. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang pengertian bahan buatan, bahan, alat, dan teknik ragam hias, serta prosedur menggambar ragam hias dalam mata pelajaran seni budaya.

Gambar: freepik.com

A. Pengertian Bahan Buatan

Bahan buatan adalah bahan yang bukan berasal dari alam melainkan ciptaan atau hasil yang di buat oleh manusia. Bahan buatan merupakan sesuatu yang diolah manusia dari campuran bahan kimia dan tanpa bahan asli dari alam.

B. Jenis Bahan Buatan

  1. Gips
  2. Lilin
  3. Plastik
  4. Fiberglass
  5. Kain
  6. Clay
  7. Kaca
  8. Kulit sintetis
  9. Kertas

C. Cara Membuat Bahan Buatan

1. Prosedur Membuat Gips

a. Alat dan Bahan
  • gips
  • sendok / kayu [ untuk pengaduk]
  • air
  • cetakan
  • pewarna

b. Prosedur Membuat

  1. Tuangkan air ke gips secukupnya , lalu aduk sampai menjadi menjadi seperti pasta .
  2. Lalu masukkan adonan gips ke cetakan yang telah disedikan / bisa di bentuk sendiri
  3. Jemur gips yang sudah dibentuk sampai kering
  4. Jika sudah kering bisa diberi warna sesuai keinginan

2. Prosedur Membuat Lilin

  • Gelas bening
  • Lilin secukupnya, iris tipis-tipis supaya lebih mudah dilelehkan.
  • Minyak aromaterapi kesukaan secukupnya
  • Wadah lilin, bisa berupa stoples bening, gelas kaca, ataupun mangkuk kecil atau cetakan
  • Tali sumbu kecil
  • Panci dan wadah kecil tahan panas
  • Pewarna makanan sesuai selera

b. Cara Membuat

  1. Siapkan wadah untuk lilin aromaterapi, lalu taruh sumbu di tengahnya. Agar sumbu bisa tegak lurus, gulungkan atau plester pada pensil, pulpen, atau sumpit yang dilintangkan di atas wadah lilin.
  2. Masukkan irisan lilin ke dalam beberapa wadah tahan panas.
  3. Panaskan air dalam panci, lalu tunggu hingga mendidih. Kecilkan api, lalu taruh wadah berisi lilin di dalam air mendidih tersebut. Aduk-aduk hingga mencair.
  4. Teteskan pewarna makanan di setiap wadah yang berbeda, hingga muncul warna yang diinginkan. Aduk hingga merata sempurna.
  5. Matikan kompor, lalu aduk lilin untuk menurunkan suhunya.
  6. Teteskan minyak aromaterapi kesukaan, dan aduk hingga larut. Biasanya dibutuhkan 10 tetes minyak aromaterapi per 450 gram lilin untuk menghasilkan wangi yang cukup tanpa menusuk.
  7. Setelah minyak aromaterapi larut, tuangkan lilin pada wadah lilin yang sudah diberi sumbu. Tuang sedikit hingga setengah mengering, tuang warna lain dan seterusnya. Tunggu hingga membeku.
  8. Saat menuangkan, pastikan lilin tidak menenggelamkan ujung sumbu. Tahan di mulut gelas menggunakan penjepit.

3. Prosedur Membuat Plastik

Plastik tidak muncul dengan sendirinya, ia perlu melalui proses pembuatan sebelum bisa digunakan sebagai hal yang bermanfaat. Bahan utama dalam membuat plastik adalah biji plastik, yaitu berupa butiran berwarna bening dan berbahan dasar bahan kimia, stryin monomer.

1. Injection Molding

Proses ini adalah dimana plastik yang masih menjadi berupa biji plastik atau pellet dimasukkan ke dalam tabung panas. Biji plastik yang telah masuk ke dalam tabung panas nantinya akan meleleh. Lelehannya akan dibawa ke dalam cetakan.

2. Ekstrusi

Proses ekstrusi dalam membuat plastik ini yaitu bekerja untuk menekan lelehan biji plastik hingga lebur dan menjadi halus.

3. Thermoforming

Pada proses tahap ini, biji plastik yang telah leleh dan berubah menjadi lempengan, nantinya akan dipanaskan kembali dan masuk pada tahap proses pencetakan.

4. Blow Molding

Blow molding adalah tahap terakhir pada proses pembuatan plastik secara umum. Dimana biji plastik yang telah dilelehkan akan dicetak dan dibuat menjadi barang yang diinginkan.

4. Prosedur Membuat Fiberglass

  • Resine blue / bening
  • Catalis Oil
  • Cetakkan bisa terbuat dari kaca, besi / seng, plastik, dan lain-lain.
  • Kapas.
  • Minyak goreng.
  • Aneka pernik untuk hiasan bisa berupa foto, koin, pernak pernik, hewan yang diawetkan, atau barang unik apa saja.
  • Tempat adukan dari plastik / kaca / seng.

b. Proses Membuat

  1. Siapkan telebih dahulu alat cetak dan olesi permukaannya denganmenggunakan kapas yang sudah dicelupkan dalam minyak goreng.
  2. kemudian Campurlah kedua bahan [no1 dan 2] sampai merata dengan perbandingan 10:1.
  3. Setelah itu Masukkanlah pernik-pernik untuk hiasan [pernik-pernik bisa foto, bunga, hewan kecil, dan tulisan].
  4. Lalu Diamkan beberapa menit sampai kedua bahan mengeras [biasanya didahului dengan panasnya campurkan kedua bahan].
  5. Setelah beberapa menit dan campuran kedua babhan telah dingin keluarkan dari cetakan dengan hati-hati.
  6. Lebih bagus diperhalus dengan digerinda / diamplas lalu dikompon yang halus.

5. Prosedur Membuat Kain

Proses Spinning atau yang lebih dikenal dengan proses pemintalan adalah proses dimana kain kapas pertama kalinya melalui proses pemintalan dari kapas untuk menghasilkan benang. Sebagai langkah utama dalam pembuatan kain, hal ini adalah proses yang cukup memerlukan kehati-hatian.

2. Soft Winder

Setelah menyelesaikan proses spinning dengan benar, selanjutnya adalah melalui proses soft winder. Proses Soft winder adalah proses untuk menggulung helaian benang hasil dari proses spinning.

3. Pencelupan

Usai menyelesaikan proses soft winder, langkah selanjutnya adalah melalui proses yang dinamakan pencelupan. Pada proses pencelupan yang satu ini, benang yang telah digulung atau melalui proses soft winder tadi akan dicelupkan guna menghasilkan beragam warna. Setelah pencelupan berhasil dilakukan, benang harus segera dikeringkan.

4. Menenun Kain

Kemudian setelah menghasilkan benang dengan beragam warna, barulah benang-benang yang sebelumnya telah mengalami proses pencelupan, ditenun menjadi kain. Sehingga Nampak jelas bahwa warna kain berasal dari benang yang dicelupkan bukan kain yang dicelupkan ke dalam warna.

5. Proses Shiage

Berlanjut dari proses weaving atau menenun kain menuju langkah selanjutnya yaitu proses Shiage. Proses ini adalah bagian dari proses pemeriksaan setelah kain telah ditenun dengan sempurna. Proses ini berfungsi untuk menentukan grade dari kain-kain tersebut.

6. Proses Dyeing

Proses selanjutnya adalah proses pemolesan terhadap warna, penampilan dan handling atau pegangan. Ini adalah langkah terakhir dari proses kapas hingga menjadi kain.

6. Prosedur Membuat Clay

Clay atau yang sering dikenal dengan nama play dough ini memang sangat menarik perhatian baik itu anak-anak atau sekarang banyak orang dewasa yang suka berkreasi dan membuat sesuatu dari clay.

a. Bahan

  • 80gr Tepung Terigu
  • 80gr Tepung Tapioka / Tepung Kanji
  • 80gr Tepung Beras 200gr
  • Lem Putih / Lem Kayu

b. Proses Pembuatan

  1. Campurkan tepung dengan lem putih, lalu uleni hingga tercampur rata.
  2. Setelah terbentuk adonan, bagi beberapa bagian.
  3. Warnai setiap bagian dengan warna berbeda dengan cara memasukkan tusuk gigi ke dalam cat poster lalu oleskan pada adonan.
  4. Pulung-pulung adonan hingga cat tercampur rata.
  5. Setelah diwarnai, adonan clay siap digunakan.

7. Prosedur Membuat Kaca

Kaca merupakan sebuah substansi yang keras dan rapuh, serta merupakan padatan amorf. Hal ini dikarenakan bahan-bahan pembuat kaca bersifat amorf yang mana dapat meleleh dengan mudah. Kaca merupakan hasil penguraian senyawa-senyawa inorganik yang mana telah mengalami pendinginan tanpa kristalisasi. Komponen utama dari kaca adalah silika.

a. Bahan Pembuat Kaca

1. Pasir

Jenis pasir yang digunakan disini adalah pasir kuarsa yang sangat murni dengan kandungan besi maksimal pada pasir untuk membuat barang pecah belah adalah 0,45 persen. Sedangkan untuk membuat kaca optik biasanya harus kurang dari 0,015 persen, hal ini karena kandungan besi yang terkandung dalam pasir akan mempengaruhi warna kaca yang dihasilkan.

2. Soda

Soda yang digunakan untuk membikin kaca biasanya berasal dari soda abu padat [Na2CO3], soda juga dapat diperoleh dari natrium nitrat, bikarbonat dan kerak garam.

3. Feldspar

Feldspar adalah jenis mineral yang cukup murah dan mudah didapat di pasaran, seluruh bagiannya merupakan oksida yang dapat dipakai untuk membentuk kaca.

4. Borax

Borax digunakan sebagai bahan tambahan untuk menambahkan Na2O dan boron oksida karena memiliki daya fluks yang kuat, menurunkan sifat ekspansi kaca dan meningkatkan ketahanannya terhadap aksi kimia.

5. Salt cake

Salt cake atau kerak garam adalah bahan tambahan guna membersihkan buih yang timbul karena mengganggu tanur tangki dan harus digunakan bersama dengan karbon supaya tereduksi menjadi sulfat.

6. Kulet

Kulet sebenarnya adalah kaca yang telah hancur yang berasal dari barang-barang yang sering kita gunakan, penggunaan kulet ini baik untuk membantu proses peleburan.

7. Blok refraktori

Setelah kita mengetahui bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kaca, selanjutnya adalah bagaimana cara membuat kaca itu sendiri :

b. Cara Membuat Kaca

1. Penyiapan Pasir Kuarsa

Pasir kuarsa sering disebut dengan pasir silika yang menjadi bahan baku utama dalam proses pembuatan kaca. Kaca yang transparan dihasilkan dari pasir yang tidak mengandung besi sama sekali, apabila kandungan besi pada pasir terlalu banyak maka kaca yang dihasilkan nantinya akan berwarna kehijau-hijauan. Apabila pasir yang digunakan memang mengandung besi yang terlalu berlebihan, untuk meningkatkan kualitas kaca dari pasir tersebut maka Anda dapat menambahkan mangan dioksida.

2. Penambahan Natrium Karbonat dan Kalsium Oksida

Soda atau natrium karbonat digunakan untuk menurunkan suhu pada bahan baku sesuai dengan kebutuhan pembuatan kaca, sedangkan kalsium oksida digunakan untuk mencegah adanya air yang melewati kaca ini. Untuk meningkatkan daya tahan kaca maka dapat juga ditambahkan oksida magnesium atau aluminium. Berbagai bahan aditif tersebut juga harus diperhatikan kadar campurannya pada adonan kaca, pastikan tidak boleh dari 26-30 persen.

3. Penambahan Bahan-bahan Kimia Tertentu

Agar kaca memiliki karakteristik sesuai dengan yang kita inginkan maka kita juga dapat menambahkan bahan kimia tertentu ke dalam adonan kaca. Biasanya penambahan bahan kimia tertentu ini digunakan untuk membuat jenis kaca dekoratif, sebagai contohnya adalah oksida yang berfungsi untuk menciptakan kilauan pada permukaan kaca, mempermudah pemotongan kaca hingga menurunkan titik lelehnya. Sedangkan oksida lantanum bermanfaat agar kaca yang dihasilkan dapat menyerap panas dengan baik.

4. Penambahan Bahan Kimia Pemberi Warna

Penambahan bahan kimia yang menimbulkan warna juga biasa ditambahkan ke dalam adonan pembuatan kaca dan umum dilakukan pengerajin kaca. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa kandungan besi pada pasir kuarsa akan menghasilkan kaca berwarna kehijauan, sedangkan kandungan sulfur akan menyebabkan kaca berwarna kekuningan atau kecokelatan dan penambahan karbon dalam jumlah tertentu akan menghasilkan kaca berwarna kehitam-hitaman.

5. Persiapan Proses Pembuatan

Masukkan semua jenis bahan dasar pembuatan kaca ke dalam wadah yang bersifat tahan panas dan jangan lupa tambahkan juga bahan-bahan kimia aditif untuk menghasilkan karakteristik tertentu pada kaca yang akan dibuat. Apabila Anda ingin membuat kaca yang bening sempurna maka pastikan kemurnian pasir kuarsa yang digunakan, pastikan kandungan besinya sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

6. Pemasakan Bahan Menjadi Cairan

Proses ini biasanya menggunakan tungku gas atau listrik untuk memanaskan dan memasak bahan dasar pembuat kaca. Pada umumnya semua jenis bahan dasar tersebut akan meleleh pada suhu 2.300 derajat celcius, namun guna menghindari terjadinya kecacatan produk maka suhunya akan segera diturunkan menggunakan natrium karbonat hingga menjadi 1.500 derajat celcius. Tentu ini suhu yang sangat panas dan tidak dapat diukur menggunakan termometer biasa. Pengerajin kaca biasanya menggunakan termometer inframerah / laser untuk mengukur suhu tungku dari jarak jauh yang tentunya akan jauh lebih aman.

7. Penyeragaman Cairan Kaca dan Gelembung

Saat proses pemasakan adonan kaca maka pengadukan dengan erakan yang konsisten harus senantiasa dilakukan secara berkala untuk menghasilkan sifat homogen pada bahan dasar kaca. Kemudian untuk dapat membantu proses pembuatan kaca tersebut dapat ditambahkan bahan kimia aditif seperti natrium klorida, natrium sulfat, atau antimon oksida.

8. Pencetakan Cairan Kaca

Setelah semua bahan dasar kaca ini mencair atau meleleh dengan sempurna maka selanjutnya cairan bahan kaca yang sangat panas ini dapat dimasukkan ke dalam cetakan sesuai dengan keinginan kita. Bangsa Mesirlah yang pertama kali mengenalkan metode ini dan hingga saat ini metode tersebut masih diaplikasikan. Proses ini merupakan proses penting yang harus dilakukan dengan cepat dan perhitungan yang akurat karena cairan kaca ini dapat mengalami perubahan suhu dan memadat dengan cepat.

9. Pendinginan Kaca

Apabila desain kaca yang akan dibuat sudah sesuai dengan desain yang kita inginkan maka selanjutnya kita dapat melakukan penurunan suhu pada cairan kaca. Proses ini cukup dilakukan dengan mendiamkan cairan kaca selama beberapa saat di tempat yang aman karena cairan kaca ini mudah sekali mendingin dan berubah menjadi padat.

10. Pembersihan Kaca

Setelah dingin dan memadat maka kaca akan disterilkan atau disebut dengan annealing. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan semua titik rawan yang menyebabkan kaca mudah pecah yang terbentuk selama proses pembuatannya tersebut, setelah proses ini Anda dapat menghias atau meningkatkan ketebalan kaca sesuai dengan keinginan Anda.

8. Prosedur Membuat Kertas

Bahan Baku Kertas Seperti yang telah dijelaskan diatas, beberapa bahan baku dalam pembuatan kertas adalah Kayu Kebanyakan kertas terbuat dengan bahan baku kayu. Kayu yang digunakan adalah kayu dengan kandungan serat yang banyak dan sedikit air. Bambu Beberapa negara di Asia seperti China, Korea dan Jepang membuat kertas dengan bahan baku batang pohon bambu. Di tiga negara ini, bambu merupakan bahan baku yang mudah didapat dan lebih murah harganya. Papirus Bangsa Mesir merupakan bangsa pertama di dunia yang membuat kertas.

Di Mesir, bahan pembuatan kertas menggunakan pohon Papirus. Papirus adalah pohon yang tumbuh dan bisa dipergunakan oleh bangsa Mesir sebagai bahan baku pembuatan kertas. Kulit Binatang Bagi sebagian kalangan, kulit domba ternyata bisa dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas.

Lantas tahukan kalian, bagaimana proses pembuatannya? Berikut proses pembuatan kertas dengan bahan baku kayu:

  1. Bahan Baku kayu ditebang menjadi batangan. Selanjutnya batang kayu diangkut ke pabrik kertas untuk diproses lebih lanjut.
  2. Batang kayu kemudian sengaja didiamkan selama beberapa bulan untuk menjaga kelembabannya. kayu yang telah lama didiamkan selanjutnya dikupas kulitnya dan dipotong-potong menjadi ukuran lebih kecil.
  3. Kayu dirajang sebesar kotak korek api. Setelah itu dimasukkan ke dalam tangki raksasa yang disebut pencerna atau penghancur. di dalam alat pencerna, kayu diberi tekanan dan panas. Beberapa jam kemudian kayu berubah menjadi bahan lunak seperti kapas, dan disebut bubur kertas atau pulp.
  4. Setelah keluar dari alat pencerna, bubur kertas selanjutnya dicampur air. Bubur dengan kadar air 90% ini kemudian diproses di mesin yang disebut kotak kepala.
  5. Mesin selanjutnya membentangkan bubur kertas yang berair di atas sebuah ayakan bergerak yang disebut kawat. Sewaktu gilingan menekan bubur kertas ke kawat, sekitar 98% airnya terperas keluar.
  6. Serangkaian gilingan lain kemudian mengeluarkan hampir seluruh sisa air dari kertas yang mongering, sampai hanya tinggal sedikit sekali molekul air yang ada.
  7. Kertas yang baru saja terbentuk diproses melalui silinder tambahan yang dipanaskan dari dalam. Silinder ini akan mengeluarkan lagi air dari kertas yang berjalan.
  8. Serat selulosa telah menjadi jalinan yang saling terkait. Gelendong besar yang disebut penggulung mengumpulkan kertas menjadi gulungan raksasa.
  9. Gulungan ini kemudian dipotong menjadi gulungan-gulungan kecil atau lembaran dan dikirim ke luar dari pabrik.

Video yang berhubungan