Urutan yang tepat untuk pembagian zaman batu yaitu

Urutan yang tepat untuk pembagian zaman batu di Indonesia adalah?

  1. palaeolithikum, megalitikum, mesolithikum, neolithikum
  2. palaeolithikum, neolithikum, megalitikum, mesolithikum
  3. palaeolithikum, mesolitikum, neolithikum, megalitikum
  4. megalitikum, mesolithikum, neolithikum, paleolithikum
  5. Semua jawaban benar

Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: C. palaeolithikum, mesolitikum, neolithikum, megalitikum.

Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban C benar, dan 0 orang setuju jawaban C salah.

Urutan yang tepat untuk pembagian zaman batu di Indonesia adalah palaeolithikum, mesolitikum, neolithikum, megalitikum.

Pembahasan dan Penjelasan

Jawaban A. palaeolithikum, megalitikum, mesolithikum, neolithikum menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali.

Jawaban B. palaeolithikum, neolithikum, megalitikum, mesolithikum menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban C. palaeolithikum, mesolitikum, neolithikum, megalitikum menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban D. megalitikum, mesolithikum, neolithikum, paleolithikum menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan.

Jawaban E. Semua jawaban benar menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah C. palaeolithikum, mesolitikum, neolithikum, megalitikum

Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu [karena tak memiliki teknologi yang lebih baik]. Zaman batu juga bisa disebut zaman sebelum manusia mengenal logam sehingga menggunakan batu sebagai bahan utama untuk membuat peralatan.[1] Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu [terutama flint] dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata.[2] Istilah ini berasal sistem tiga zaman. Zaman Batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum, Megalitikum dan Neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh.

Zaman batu dimulai sekitar 600.000 tahun yang lalu. Manusia purba pada masa ini belum mengenal teknologi dan tulisan. Selain memanfaatkan batu, manusia pada masa ini juga memanfaatkan tulang atau kayu sebagai peralatan mereka. Namun, peninggalan berupa kayu atau tulang tidak dapat ditemukan karena benda tersebut rapuh dan tidak bertahan lama.[3]

Peralatan zaman batu adalah ragam perkakas yang diciptakan oleh manusia purba dengan berbahan dasar bebatuan. Umumnya, peralatan ini digunakan untuk kepentingan penopang kehidupan dasar seperti berburu dan pertahanan diri.[4]

Zaman Batu dapat diperiodisasi menjadi empat zaman, yaitu:

  • Zaman Batu Tua [Palaeolitikum], Zaman Paleolitikum berlangsung pada 50.000-10.000 SM. Disebut sebagai zaman batu tua, karena pada saat itu manusia menggunakan alat-alat batu yang masih dibuat secara kasar dan sederhana.[5]
  • Zaman Batu Tengah [Mesolitikum], dimana pada dimana pada zaman ini manusia mulai hidup semi menetap di sebuah gua.[6]
  • Zaman Batu Muda [Neolitikum], Kehidupan pada zaman ini sudah mulai menetap, tidak berpindah-pindah. Jenis manusia yang hidup pada pada zaman ini yaitu homo Sapiens ras Mongoloide dan Austromelanosoide.[7]
  • Zaman Batu Besar [Megalitikum], dimana pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan, menghasilkan bangunan-bangunan dari batu besar.[8]
  1. ^ Farndon, John. [2007]. Sejarah Dunia untuk anak pintar [edisi ke-Cet. 1]. Jogjakarta: Platinum. ISBN 979-24-0583-6. OCLC 225644188. 
  2. ^ Media, Kompas Cyber [2020-04-15]. "Zaman Batu: Pembagian Zaman dan Hasil Kebudayaan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-04-01. 
  3. ^ "Zaman Batu: Pembagian Zaman, Ciri-ciri dan Peninggalannya". Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia. 2021-03-10. Diakses tanggal 2022-04-02. 
  4. ^ "Zaman & Perlatan Indonesia Zaman Batu | Zenius Education". zenius.net. Diakses tanggal 2022-04-02. 
  5. ^ PT, Koropak Media Parahyangan. "Menelusuri Sejarah Zaman Batu Tua di Nusantara - Koropak.co.id". koropak.co.id. Diakses tanggal 2022-04-01. 
  6. ^ "4 pembagian zaman batu di Indonesia Lengkap". Pinhome [dalam bahasa Inggris]. 2012-10-01. Diakses tanggal 2022-04-01. 
  7. ^ tribunnews. "Periodisasi zaman batu lengkap beserta hasil kebudayannya". tribunnews.com. Diakses tanggal 02 April 2022.  Periksa nilai tanggal di: |access-date= [bantuan]
  8. ^ "Pembagian Periode di Zaman Batu dan Hasil Kebudayaannya yang Terjadi 3,3 Juta Tahun Lalu". kids.grid.id. Diakses tanggal 2022-04-01. 

Diperoleh dari "//id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zaman_Batu&oldid=20920428"

Replika mobil zaman batu dalam film Flinstone saat dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu [9/4/2016]. Inilah penjelasan mengenai zaman batu, lengkap beserta periodisasi zaman batu dan hasil kebudayaannya.

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini penjelasan mengenai zaman batu, lengkap beserta periodisasi zaman batu dan hasil kebudayaannya.

Sejarawan Indonesia, R Soekmono, membagi zaman prasejarah Indonesia ke dalam 2 zaman, yaitu zaman batu dan zaman logam.

Zaman Batu merupakan zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu.

Selain itu, zaman batu juga bisa disebut sebagai zaman sebelum manusia mengenal logam, sehingga menggunakan batu sebagai bahan utama untuk membuat peralatan.

Zaman Batu dapat diperiodisasi menjadi empat zaman, yakni zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, dan Megalitikum.

Simak penjelasan masing-masing tentang zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, dan Megalitikum, dikutip dari gramedia.com:

Baca juga: Pembagian Zaman Praaksara Berdasarkan Geologi: Zaman Arkaekum hingga Neozoikum

1. Zaman Paleolitikum [Zaman Batu Tua]

Zaman Paleolitikum berlangsung pada 50.000-10.000 SM.

Disebut sebagai zaman batu tua, karena pada saat itu manusia menggunakan alat-alat batu yang masih dibuat secara kasar dan sederhana.

Pada zaman ini manusia hidup secara nomaden atau berpindah-pindah dalam kelompok kecil [10-15 orang] untuk mencari makanan.

Zaman praaksara dibagi menjadi dua periode yaitu zaman batu dan zaman logam. Sebelum manusia mengenal logam, mereka telah hidup dengan memanfaatkan peralatan dari batu. Masa tersebut terjadi pada zaman batu. Zaman batu dibagi menjadi empat periode yaitu, zaman batu tua, tengah, muda dan zaman batu besar. Berikut penjelasan rinci mengenai sejarah zaman batu.

Pengertian Zaman Batu

Sebelum manusia mengenal logam, mereka memanfaatkan batu sebagai alat untuk bertahan hidup. Masa itulah yang kita sebut dengan zaman batu. Zaman batu merupakan zaman dimana manusia masih menggunakan segala peralatan yang terbuat dari batu. Mereka memanfaatkan batu untuk mencari makan, berburu dan bertahan hidup. Tidak seperti logam yang bisa dicetak, peralatan yang mereka hasilkan masih berbentuk kasar dan seadanya

Masa ini telah dimulai sekitar 600.000 tahun yang lalu. Manusia purba pada masa ini belum mengenal teknologi dan tulisan. Selain memanfaatkan batu, manusia pada masa ini juga memanfaatkan tulang atau kayu sebagai peralatan mereka. Namun, peninggalan berupa kayu atau tulang tidak dapat ditemukan karena benda tersebut rapuh dan tidak bertahan lama.

Pembagian Zaman Batu

Pembagian zaman batu dipecah menjadi empat periode yaitu, Palaeolithikum, Mesolithikum, Neolithikum dan Megalithikum. Berikut penjelasan secara rinci dari masing-masing periode dari pembagian zaman batu:

1. Zaman Batu Tua – Palaeolithikum

Yang pertama adalah Palaeolithikum. Periode ini disebut dengan batu tua karena peralatan yang dihasilkan pada masa ini masih sangat kasar. Manusia purba pada masa tersebut belum begitu terampil untuk membuat peralatan yang baik. Manusia di masa ini hidup secara berkelompok dan berpindah-pindah [nomaden]. Mereka hidup berkelompok dengan jumlah 10-15 orang.

Karena belum mengenal cara bercocok tanaman, manusia purba pada periode ini mencari makan dengan cara mengumpulkan langsung dari alam [food gathering]. Mereka juga telah mengenal api yang biasanya digunakan sebagai senjata atau menakuti makhluk lain.

Ciri-Ciri Zaman Palaeolithikum

Kehidupan manusia pada masa zaman itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Hidup berkelompok dengan 10-15 orang.
  • Hidup secara nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.
  • Tinggal di goa, bawah pohon atau di sekitar aliran sungai.
  • Mencari makan dengan cara food gathering atau mengumpulkan makanan langsung dari alam.

Peninggalan Zaman Batu Tua – Palaeolithikum

Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh manusia purba pada masa ini dapat dilihat dari beberapa benda yang mereka tinggalkan. Berikut peninggalan zaman batu tua: 

Peninggalan Berupa Fosil

Para ilmuwan telah berhasil menemukan beberapa fosil yang membuktikan bahwa, masa Palaeolithikum benar-benar ada. Fosil-fosil tersebut diantaranya:

  • Meganthropus Paleojavanicus
  • Homo Wajakensis
  • Homo Erectus
  • Homo Soloensis 
Peninggalan Berupa Benda

Kapak Genggam [Chopper]

Kapak merupakan alat peninggalan zaman batu tua yang digunakan sebagai alat untuk memotong kayu, menggali umbi-umbian, memotong daging. Kapak ini terbuat dari batu yang memiliki ujung runcing.

Alat Serpih

Alat ini terbuat dari serpihan-serpihan batu dan berukuran kecil. Alat serpih biasa digunakan sebagai pengganti pisau atau sebagai alat penusuk.

Perkakas Tulang dan Tanduk

Seperti yang telah dijelaskan diatas, selain batu manusia pada masa ini juga memanfaatkan tulang. Perkakas dari tulang dan tanduk ini juga berfungsi sebagai alat berburu.

2. Zaman Batu Tengah – Mesolithikum

Mesolithikum merupakan zaman peralihan dari Palaeolithikum. Kehidupan manusia purba pada periode ini belum mengalami perubahan yang signifikan namun sudah ada perkembangan. Meskipun peralatan yang dihasilkan masih kasar, namun sudah terlihat upaya untuk memperhalusnya. Beberapa alat yang ditemukan yaitu kapak genggam Sumatera dan mata panah bergerigi. Pada periode ini mereka banyak memakan makanan dari laut seperti kepala siput dan kerang dengan cara dipatahkan lalu dihisap.

Manusia purba di masa ini tidak lagi hidup secara nomaden namun telah menetap di tepi pantai. Meski begitu, masih ada sebagian dari mereka yang tinggal di gua atau ceruk batu. Mereka juga telah megenal cocok tanam dan telah ada pembagian kerja. Dimana berburu dan mencari makanan merupakan tugas lelaki, sedangkan para perempuan membuat kerajinan.

Ciri-Ciri Zaman Mesolithikum

Kehidupan manusia pada zaman Mesolithikum memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Manusia sudah mengenal teknik bercocok tanam dengan alat yang sederhana dan seadanya.
  • Sudah tidak hidup berpindah-pindah. Mereka menetap di gua atau tepi pantai.
  • Sudah mulai memiliki keterampilan degan membuat kerajinan seperti gerabah dan anyaman.
  • Meski sudah bercocok tanam, namun manusia pada zaman ini juga masih sering melakukan food gathering.

Peninggalan Zaman Batu Tengah – Mesolithikum

Kapak Genggam Sumatera [Pebble Sumatera]

Kapak Genggam sumatera adalah peninggalan zaman Mesolithikum  yang berhasil ditemukan pertama kali. Benda ini ditemukan pada tahun 1925 oleh seorang peneliti bernama PV Van Stein Callenfels di Bukit Kerang, Sumatera. Kapak genggam sumatera terbuat dari batu kali yang bertekstur pecah-pecah.

Kapak Pendek [Hachecourt]

Kapak ini ditemukan bersamaan dengan kapak genggam sumatera oleh PV Stein Callenfes di dalam Bukit Kerang. Seperti yang terlihat dari namanya, kapak ini memiliki ukuran yang lebih pendek dari kapak genggam sumatera.

Baca Juga:  Sejarah Peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pipisan

Pipisan adalah sebuah alat yang terbuat dari batu. Pipisan ini terdiri dari batu-batuan beserta sebuah landasan yang berfungsi untuk menggiling makanan. Alat ini biasanya juga digunakan untuk menghaluskan cat merah. Cat merah ini terbuat dari tanah merah.

3. Zaman Batu Muda – Neolithikum

Zaman Neolithikum dimulai sekitar tahun 1500 SM. Pada periode tersebut, perkembangan dan pol apikir manusianya telah terlihat, utamanya dalam pembuatan peralatan. Benda-benda hasil kebudayaan dari periode ini terbuat dari batu yang diasah sampai halus dan rapi. Hal tersebut juga membuktikan bahwa kesenian pada masa Neolithikum mulai diperhitungkan.

Pada zaman Neolithikum, manusia purba telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada zaman ini telah ditemukan kebudayaan seperti batu yang diasah, pertanian, peternakan dan pembuatan kerajinan seperti tembikar. Pada periode ini, mereka juga sudah mampu memproduksi makanan sendiri [food producing].

Selain itu, mereka juga telah meninggalkan budaya nomaden dan memutuskan untuk menetap di suatu tempat. Bahkan, mereka sudah mulai membangun rumah panggung sebagai tempat tinggal.

Ciri-Ciri Zaman Neolithikum

Ciri utama periode Neolithikum dapat dilihat pada peralatannya. Dimana peralatan yang dihasilkan sudah diperhalus dan lebih rapi. Ciri-ciri lain dari periode ini diantaranya:

  • Sudah bisa menghasilkan makanan sendiri [food producing]
  • Tempat tinggal sudah menetap di gua atau tepi pantai.
  • Peralatan yang dihasilkan sudah diasah dengan halus.
  • Sudah mampu bercocok tanam dan beternak.
  • Telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.

Peninggalan Zaman Batu Muda – Neolithikum

Kapak Lonjong

Sesuai dengan namanya, kapak lonjong berbentuk lonjong dan memiliki tekstur yang halus. Kapak ini memiliki ukuran yang kecil maupun besar. Kapak lonjong dari zaman Neolithikum banyak di temukan di wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, Sangihe, Flores, Sulawesi dan Papua.

Kapak Persegi 

Kapak persegi dibuat dari batu api yang diasah sampai halus. Kapak ini sering kali digunakan untuk bercocok tanam, berburu atau aktivitas lainnya. Kapak persegi banyak ditemukan di wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Nusa Tenggara.

Kapak Bahu

Kapak bahu memiliki bentuk yang hampir sama dengan kapak persegi namun ada sedikit perbedaan di bagian leher. Kapak bahu banyak ditemukan di Minahasa.

4. Zaman Batu Besar – Megalithikum

Periode Megalithikum merupakan masa peralihan sebelum menuju pada zaman logam. Zaman ini dikatakan dengan zaman batu besar karena pada masa tersebut manusia purba banyak menghasilkan benda-benda dari batu yang memiliki ukuran besar.

Baca Juga:  Perjanjian Bongaya: Isi, Latar Belakang, & Dampaknya

Pada periode ini juga sebagian besar manusianya telah memiliki kepercayaan anismisme. Animisme merupakan sebuah kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Karena itu pada masa Neolithikum ditemukan peninggalan berupa batu besar yang digunakan sebagai pemujaan terhadap roh nenek moyang mereka.

Ciri-Ciri Zaman Megalithikum

Pada periode Megalithikum, manusia purba sudah banyak yang memiliki keyakinan. Berikut ciri-cirinya:

  • Hidup menetap di sebuah tempat.
  • Mencari makan dengan cara food producing.
  • Kepercayaan animisme dinamisme sudah berkembang.
  • Banyak peralatan yang terbuat dari batu besar.
  • Banyak ditemukan benda-benda sebagai pemujaan

Peninggalan Zaman Batu Besar – Megalithikum

Menhir

Menhir merupakan batu besar dan tinggi peninggalan zaman Neolithikum. Menhir berfungsi sebagai tempat memuja roh nenek moyang sesuai dengan kepercayaan mereka. Menhir banyak ditemukan di wilayah Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.

Dolmen

Dolmen digunakan sebagai tempat sesaji atau pelinggih roh. Dolmen berbentuk meja dan terbuat dari susunan batu yang berkaki.

Sarkofagus

Sarkofagus merupakan sebuah peti mati yang berebentuk seperti lesung penumpuk padi. Hingga saat ini sarkofagus masih dipercaya memiliki kekuatan magis oleh masyarakat.

Kubur Batu

Kubur batu merupakan benda berupa peti yang terbuat dari tumpukan batu yang dibentuk seperti peti mayat yang berfungsi sebagai tempat persemayaman terakhir. Peti ini memiliki bentuk persegi panjang yang terdiri dari enam papan batu.

Punden Berundak

Punden berundak merupakan sebuah bangun yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Bangunna ini disusun secara berundak dan terdiri dari tujuh undak.

Arca

Arca pada zaman ini biasanya disebut dengan arca megalitik. Arca menggambarkan bentuk manusia atau hewan dan terbuat dari batu berukuran besar.

Waruga

Waruga merupakan peninggalan Megalithikum yang berbentuk kubuas atau bulat dan digunakan sebagai kubur batu.

Kesimpulan

Zaman batu dibagi menjadi empat periode yaitu, Palaeolithikum, Mesolithikum, Neolithikum dan Megalithikum. Banyak perkembangan yang terjadi dari keempat zaman tersebut, dari mulai peralatan-peralatan yang lebih halus serta manusia sudah menganut keyakinan animisme dan dinamisme. Peninggalan-peninggalan di zaman batu telah banyak ditemukan di Indonesia, mulai dari zaman palaeolithikum hingga Meghalithikum. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran manusia purba memang benar adanya.

Baca juga: Pembagian Zaman Praaksara – Kebudayaan, dan Peninggalannya

Video yang berhubungan