Kota a memiliki jumlah penduduk usia 0 14 tahun

Karakteristik penduduk menurut umur dan jenis kelamin berguna dalam membantu menyusun perencanaan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk sesuai dengan kebutuhan kelompok umur masing-masing. Baik kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan sebagainya. Setiap kelompok umur memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, misalnya kelompok bayi dan balita, mereka lebih membutuhkan asupan gizi yang baik dan perawatan kesehatan. Bagi penduduk perempuan remaja misalnya, mempunyai kebutuhan untuk meningkatkan status kesehatan agar ketika memasuki usia perkawinan tidak terkena anemia, sedangkan kelompok penduduk usia lanjut juga

membutuhkan pelayanan berkaitan dengan kesehatan dan lain-lain.

  1. Rasio Jenis Kelamin (RJK)
    Rasio Jenis Kelamin adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya jumlah penduduk laki-laki dan banyaknya jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam banyaknya jumlah penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan. Data rasio jenis kelamin ini, berguna untuk pengembangan perencanaan pembangunan yang berwawasan gender, terutama yang berkaitan dengan perimbangan pembangunan laki-laki dan perempuan secara adil. Rasio Jenis kelamin juga digunakan untuk melihat proporsi penduduk berdasarkan jenis kelamin dan untuk berbagai perencanaan kegiatan seperti penyediaan Rumah Sakit Bersalin, penyediaan ragam pendidikan dan lain sebagainya. Selain itu, informasi rasio jenis kelamin juga penting diketahui oleh para politisi, terutama untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam parlemen.Dengan rumus sebagai berikut:
    Keterangan: SR   =   Sex Ratio (Rasio Jenis Kelamin)

    Pl     =   Jumlah Penduduk Laki-laki


    Pp    =   Jumlah Penduduk Perempuan

    Rasio Jenis Kelamin Menurut Umur Kabupaten Aceh Jaya

    NoKelompok UmurPENDUDUKRasio Jenis Kelamin
    PriaWanitaJumlah Penduduk
    10-43,5213,2316,752108.98
    25-94,6794,4299,108105.64
    310-144,4044,4258,82999.53
    415-193,4093,2846,693103.81
    520-243,7073,4797,186106.55
    625-293,6773,8057,48296.64
    730-344,1494,5308,67991.59
    835-394,0313,9137,944103.02
    940-443,3463,1946,540104.76
    1045-493,0582,5705,628118.99
    1150-542,3011,9724,273116.68
    1255-591,8151,5783,393115.02
    1360-641,2289952,223123.42
    1465-698076331,440127.49
    1570-747148851,59980.68
    16>=758449861,83085.60
    Jumlah45,69043,90989,599104.06

    Sumber Data : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Jaya, Tahun 2018, diolah

    Dari tabel di atas terlihat bahwa Rasio Jenis Kelamin di Kabupaten Aceh Jaya adalah 104,06 yang terdiri dari laki-laki 45,690 dan perempuan 43,909. Gambaran rasio jenis kelamin Kabupaten Aceh Jaya menunjukan bahwa penduduk laki-laki lebih banyak dibanding penduduk perempuan.

    Secara biologis jumlah kelahiran bayi laki-laki pada umumnya lebih besar dibanding dengan kelahiran bayi perempuan, namun bayi laki-laki lebih rentan terhadap kematian dibanding bayi perempuan. Rasio jenis kelamin pada kelompok umur 70-74 Tahun menunjukkan penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Ini menunjukkan bahwa teori yang mengatakan bahwa umur harapan hidup perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan umur harapan hidup laki-laki adalah benar.

    Rasio Jenis Kelamin Per Kecamatan Kabupaten Aceh Jaya

    NoKecamatanPendududukRasio Jenis Kelamin
    Laki-LakiPerempuanJumlah
    123456
    1TEUNOM6,6586,56813,226101
    2KRUENG SABEE8,4928,26916,761102
    3SETIA BAKTI4,4844,2438,727105
    4SAMPOINIET3,8273,6137,440105
    5JAYA7,7217,20814,929107
    6PANGA4,0514,0838,134100
    7INDRA JAYA3,5993,3226,921108
    8DARUL HIKMAH3,4923,2396,731107
    9PASIE RAYA3,3663,3646,730100
    TOTAL45,69043,90989,599104

    Sumber Data : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Jaya, Tahun 2018, diolah

    Jika dilihat menurut wilayah kecamatan, dari Tabel di atas terlihat bahwa rasio jenis kelamin di setiap kecamatan di atas 100, dan dari table di atas menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki disetiap kecamatan lebih banyak daripada perempuan.

  2. Piramida Penduduk
    Piramida penduduk adalah dua buah diagram batang, pada satu sisi menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.Pada grafik Piramida dibawah ditunjukkan dengan Penduduk laki-laki digambarkan di sebelah kiri dan penduduk wanita di sebelah kanan. Grafik dapat menunjukkan jumlah penduduk atau persentase jumlah penduduk terhadap jumlah penduduk total.Dengan mengamati bentuk piramida penduduk (serta bentuk piramida penduduk dari waktu ke waktu), banyak informasi yang didapat mengenai struktur kependudukan sebuah wilayah. Seperti gambar dibawah ini :
    pendidikan dasar dan menengah yang cukup untuk menampung penduduk kelompok ini.Demikian pula jumlah penduduk pada kelompok 30-34 tahun  menunjukkan jumlah yang besar. Diduga penduduk kelompok umur ini adalah kelompok yang lahir pada tahun 1980an yang mulai memasuki usia tersebut ditambah dengan migran yang masuk ke Kabupaten Aceh Jaya. Penduduk lansia (65 tahun  ke atas), menunjukkan proporsi yang masih kecil yaitu 4,5%.Namun dimasa depan proporsi penduduk lansia akan terus merambat naik, karena pergeseran umur penduduk serta usia harapan hidup yang semakin meningkat. Pertambahan jumlah penduduk lansia ini harus mulai diantisipasi dari sekarang, karena kelompok ini akan terus membesar di masa depan, sehingga diperlukan kebijakan seperti ketenagakerjaan, kesehatan, pelayanan lansia serta kebutuhan sosial dasar lainnya.
    NoKelompok     UmurLaki-lakiPerempuanJumlah
    n%N%n%
    10-43,5217.713,2317.366,7527.54
    25-94,67910.244,42910.099,10810.17
    310-144,4049.644,42510.088,8299.85
    415-193,4097.463,2847.486,6937.47
    520-243,7078.113,4797.927,1868.02
    625-293,6778.053,8058.677,4828.35
    730-344,1499.084,53010.328,6799.69
    835-394,0318.823,9138.917,9448.87
    940-443,3467.323,1947.276,5407.30
    1045-493,0586.692,5705.855,6286.28
    1150-542,3015.041,9724.494,2734.77
    1255-591,8153.971,5783.593,3933.79
    1360-641,2282.699952.272,2232.48
    1465-698071.776331.441,4401.61
    1570-747141.568852.021,5991.78
    16>=758441.859862.251,8302.04
    Jumlah45,690100.0043,909100.0089,599100.00

    Sumber Data : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Jaya, Tahun 2018, diolah

    Pada Tabel diatas menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Aceh Jaya sebagian besar merupakan penduduk usia produktif yaitu pada kelompok umur antara 15-64 tahun (72,02%) dengan komposisi terbesar berada pada penduduk berumur 5-9 tahun. Demikian pula dengan komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, nampak bahwa penduduk laki-laki yang terbesar berada pada kelompok umur 15-34 tahun, sedangkan penduduk perempuan berada pada kelompok umur 15-34 tahun. Kondisi ini sangat menguntungkan karena sebagian besar (diatas 50%) merupakan penduduk usia kerja (usia produktif), dan sisanya sebanyak 24,68% merupakan penduduk usia muda (berusia dibawah 15 tahun) dan 4,86% merupakan penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas).

    Penduduk berusia kurang dari 15 tahun cukup besar pula yaitu lebih dari seperempat penduduk Kabupaten Aceh Jaya. Hal ini harus menjadi perhatian karena 5 tahun mendatang kelompok ini akan menjadi entry tenaga kerja baru, yang memerlukan keahlian dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai baik ketrampilan maupun etos kerja dan kepribadian. Untuk memperoleh hal tersebut, diperlukan asupan gizi yang cukup, pendidikan yang memadai serta lingkungan pergaulan yang cukup, baik di rumah maupun di masyarakat.

    Sehingga ketika mereka memasuki pasar kerja, mampu memperoleh peluang kerja yang tersedia. Disisi lain pemerintah Kabupaten Aceh Jaya harus mampu pula menciptakan pasar kerja yang dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. Jika dicermati lebih lanjut, ternyata 8,99% penduduk Kabupaten Aceh Jaya merupakan balita. Kondisi ini menuntut perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dalam penanganan penduduk balita terutama dari segi kesehatan dan investasi bidang pendidikan.

  3. Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)
    Rasio Ketergantungan digunakan untuk melihat hubungan antara perubahan struktur umur penduduk dengan ekonomi secara kasar. Rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar beban tanggungan yang harus dipikul oleh penduduk produktif (usia 15-64 tahun) terhadap penduduk yang belum produktif (0-14 tahun) dan tidak produktif lagi (usia 65 tahun keatas) yang dianggap memiliki potensi ekonomi. Semakin rendah Rasio Ketergantungan, maka semakin rendah pula beban kelompok umur produktif untuk menanggung penduduk usia tidak produktif atau belum produktif.
    NoUsiaJumlah PendudukKategori usiaRasio Ketergantungan
    TotalMudaTua
    1234567
    10-46,752Non Produktif (Muda)49,2341,128,11
    25-99,108Non Produktif (Muda)
    310-148,829Non Produktif (Muda)
    415-196,693Produktif
    520-247,186Produktif
    625-297,482Produktif
    730-348,679Produktif
    835-397,944Produktif
    940-446,540Produktif
    1045-495,628Produktif
    1150-544,273Produktif
    1255-593,393Produktif
    1360-642,223Produktif
    1465-691,440Non Produktif (Tua)
    1570-741,599Non Produktif (Tua)
    16>=751,830Non Produktif (Tua)
    total89,599    

    Sumber Data : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Jaya, Tahun 2018, diolah

    Untuk menghitung Rasio Ketergantungan didapat dengan membagi total dari jumlah penduduk usia belum produktif (0-14 tahun) dan jumlah penduduk usia tidak produktif (65 tahun keatas) dengan  jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun). Dengan rumus sebagai berikut :

    Dimana :

    RKTotal   =   Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda dan Tua

    RKMuda  =   Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda

    RKTua     =   Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Tua

    P(0-14)      =   Jumlah Penduduk Usia Muda (0-14 tahun)

    P(65+)       =   Jumlah Penduduk Usia Tua (65 tahun keatas)

    P(15-64)    =          Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-64 tahun)

    Kelompok UmurLkPrJlh Pddk%
    12345
    0-14 Tahun  (Umur Muda)12,60412,08524,68941.12
    15-64 Tahun (Umur produktif)30,72129,32060,04167.01
    >65 Tahun  (Umur Tua)2,3652,5044,8698.11
    Jumlah45,69043,90989,599100.00

    Sumber Data : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Jaya, Tahun 2018, diolah

    Dari Tabel di atas terlihat bahwa 67,01% penduduk Kabupaten Aceh Jaya merupakan penduduk Usia produktif (usia kerja) yang berpotensi sebagai modal pembangunan, sedangkan penduduk yang berpotensi sebagai beban yaitu penduduk yang belum produktif (0-14 tahun) sebesar 41,21% dan penduduk yang dianggap kurang produktif atau tidak produktif lagi (65 tahun ke atas) sebesar 8,11%. Jika diperhatikan menurut jenis kelamin, jumlah penduduk usia produktif laki-laki lebih besar daripada penduduk usia produktif perempuan.

    Hal ini terlihat juga pada kelompok usia muda. Sedangkan pada kelompok usia tua terlihat bahwa penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan dengan penduduk laki-laki. Jika memperhatikan komposisi penduduk menurut kelompok usia muda, usia produktif dan usia tua yang demikian, maka diketahui rasio ketergantungan Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2018 sebesar 67,01 per 100 penduduk, yang berarti bahwa setiap 100 penduduk usia produktif (usia kerja) di Kabupaten Aceh Jaya mempunyai tanggungan sekitar 33,53 perpenduduk, dimana penduduk usia non produktifsebesar 41,21 per 100 penduduk diantaranya berasaldari kelompok usia muda dan 8,11 per 100 penduduk lainnya berasal dari kelompok usia lanjut.

    Kondisi ini sebenarnya menguntungkan bagi Kabupaten Aceh Jaya terutama untuk memperbesar tabungan rumah tangga, investasi sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan. Namun demikian, ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk meningkatkan kesempatan kerja, kualitas penduduk dan tetap mempertahankan laju pertumbuhan penduduk yang rendah.

    Jenis Kelamin

    Rasio Ketergantungan
    MudaTuaTotal
    1234
    Laki-Laki41.037.7048.73
    Perempuan41.228.5449.76
    L+P41.128.1149.23


    Rasio ketergantungan total Kabupaten Aceh Jaya jika dirinci menurut jenis kelamin, bahwa angka beban tanggungan laki-laki menjadi lebih besar daripada perempuan, tetapi pada usia lanjut angka beban tanggungan perempuan menjadi lebih tinggi daripada laki-laki. Perempuan yang berusia lanjut terus bertambah dan jumlahnya melebihi laki-laki karena usia perempuan relatif lebih panjang.